Tampilkan postingan dengan label Info Bank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Bank. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Oktober 2017


Mau internetan tapi kuota paket data Internet habis? Kini beli Paket Data:
- Telkomsel
- XL
- Indosat Ooredoo
bisa dilakukan melalui fitur Pembelian Paket Data yang ada di BNI Internet Banking.

Temukan fitur pembelian 6 (enam) Paket Data Telkomsel, atau 4 (empat) jenis Paket Data XL, atau 11 (sebelas) jenis Paket Data Indosat Ooredoo melalui menu Transaksi --> Pembelian/Pembayaran-->Pembelian-->Paket Data. Pilih nama operator yang sesuai dan lakukan pembayaran, maka Paket Data akan langsung diaktifkan.

Selain pembelian Paket Data Internet , dengan fitur pembelian tersebut, Anda bisa:
  • Melakukan Pembelian Token PLN Prepaid berikut fasilitas Manual Advice.
  • Melakukan Top-up/Isi pulsa handphone provider Telkomsel, Indosat, XL, TRI, Smartfren.
  • Melakukan Top-up/isi credit Go-Pay untuk kebutuhan transportasi Anda.
  • Melakukan Top-up/isi saldo Unikqu (aplikasi dapat di download di Playstore/AppStore) untuk kebutuhan bayar-bayar pembelian di merchant yang menerima metode Pay by QR.
  • Melakukan Top-Up/isi saldo Tapcash (update saldo ke kartu dapat menggunakan aplikasi Tap Cash Go di PlayStore atau di ATM dan EDC BNI).
  • Melakukan pembelian voucher Orange TV.
Informasi lengkap, silakan akses www.bni.co.id

Jumat, 20 Oktober 2017


Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rofikoh Rokhim mengungkapkan pilar agama perlu ditanamkan secara kuat kepada seluruh karyawan di instansinya. Hal ini sekaligus untuk menjawab kasus dugaan pembobolan uang kas senilai Rp 6 miliar oleh petugas Tambahan Kas Kantor (KSK) BRIcabang Medan Putri Hijau.

"Menurut saya perlu di Indonesia, agama jadi pilar. Menurut saya, perlu realisasi dari aplikasi keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, kalau itu diaplikasikan sebenarnya kita bisa zero corrupt," kata Rofikoh, seusai Seminar Penyelamatan Pengelolaan BUMN Indonesia, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).

Di dalam perbankan, lanjut dia, ada banyak risiko yang harus diwaspadai oleh para direksi. Satu hal yang paling berat adalah risiko operasional.

"Kenapa? Karena risiko operasional menyangkut manusianya. Meski sistemnya bagus, teknologi canggih, tapi manusianya mentalnya korup ya susah," kata Rofikoh.

Rofikoh baru saja ditunjuk menjadi komisaris independen BRI pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI. Selain itu, RUPSLB juga merombak beberapa struktur direksi BRI.

Terkait kasus pembobolan uang kas sebesar Rp 6 miliar milik BRI cabang Medan Putri Hijau, diduga dibawa kabur oleh dua orang petugas TKK berinisial BNS dan EP. Saat ini, kepolisian tengah memburu kedua terduga pelaku. Adapun peristiwa itu terjadi pada Jumat, 13 Oktober 2017, sekitar pukul 12.00 WIB.

Sumber: Kompas

Beredar kabar di media sosial bahwa saldo nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk hilang Rp 1.000 saat dicek pada mesin ATM. Terkait hal ini, pihak BNI memberikan penjelasannya.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menjelaskan, saat ini BNI tengah melakukan proses maintenance atau pemeliharaan terkait adanya produk baru Tapenas SiMuda. Perubahan dilakukan melalui setting parameter yang terkait dengan biaya, sebesar Rp 1.000.

"Perubahan parameter fee ini berdampak pada produk lain, di luar Tapenas SiMuda," kata Kiryanto ketika dikonfirmasi oleh Kompas.com, Jumat (20/10/2017).

Atas kejadian ini, imbuh Kiryanto, saat ini sedang dilakukan proses reverse atau pengembalian terhadap rekening-rekening yang seharusnya tidak dibebani biaya sebesar Rp 1.000. Dengan selesainya proses reverse atau pengembalian ini, maka nantinya tidak ada kerugian finansial baik dari sisi nasabah maupun bank.

Kejadian ini, tutur dia, bukan karena adanya peretas atau permasalahan keamanan teknologi informasi (TI), namun karena efek dari implementasi proses pemeliharaan. Sesuai dengan visinya, tutur Kiryanto, BNI terus mengupayakan peningkatan kualitas layanan kepada seluruh nasabahnya.

"Sekiranya proses maintenance yang dilakukan BNI telah membuat kenyamanan nasabah terganggu, secara terbuka BNI menyampaikan permohonan maaf. BNI berupaya keras proses dana yang terdebet dapat diselesaikan secepatnya," ungkap Kiryanto.