Jumat, 20 Oktober 2017


UP asuransi atau Uang Pertanggungan asuransi adalah sejumlah uang yang diberikan oleh perusahaan asuransi terkait kepada ahli waris nasabah dengan ketentuan dan syarat-syarat yang telah tertulis dalam polis asuransi. Ketentuan dan syarat-syarat yang ada harus dipahami terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri dalam asuransi tersebut, agar nasabah tidak merasa dirugikan dan paham bagaimana klaim bisa cair ketika dibutuhkan. Ahli waris dikatakan berhak untuk mendapatkan uang warisan yang berupa uang pertanggungan asuransi. Besarnya UP yang diberikan bersifat relatif karena sesuai dengan kebutuhan dan penghasilan dari kepala keluarga.

Jadi, sebelum anda memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa tertentu, akan lebih baik jika anda melakukan perhitungan UP, agar keluarga anda memperoleh manfaat UP yang maksimal di masa depan. Selain itu, perhitungan uang pertanggungan asuransi juga diperlukan sebagai penetuan besar premi yang anda bayarkan nantinya. Setidaknya ada tiga metode penghitungan UP yang bisa anda lakukan, yaitu berikut ini;
Human life value

Metode ini yang paling umum digunakan untuk menghitung besarnya UP asuransi jiwa. Dengan menggunakan metode ini anda bisa mengetahui besarnya norminal uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kehidupan keluarga anda selama jangka waktu tertentu. Setidaknya terdapat empat hal utama yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan dalam metode ini, yaitu besarnya penghasilan tahunan, besarnya pengeluaran tahunan, jangka waktu pencari nafkah sampai pensiun dari pekerjaannya dalam hitungan tahun, dan juga estimasi dana yang dibutuhkan.
Income based value

Metode income based value berbeda dari metode human life value karena tidak memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya atau kebutuhan. Metode ini berlandaskan pada ekspektasi inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya dari penghasilan bulanan yang didapatkan.

Jika dibandingkan dengan kedua metode sebelumnya, metode perhitungan uang pertanggungan asuransi ini lebih berdasarkan pada kebutuhan finansial yang spesifik. Hal ini bisa dikategorikan ke dalam biaya pendidikan anak atau biaya kesehatan untuk perawatan penyakit tertentu.

Biasanya, jika seseorang atau ahli waris yang secara signifikan telah mendapatkan uang pertanggungan dalam jumlah yang besar, akan terjadi perebutan yang bisa saja tidak sesuai dengan konteks yang tertulis dalam surat wasiat. Dan jika tidak dipikirkan secara matang, uang pertanggungan tersebut bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat jika memang tidak ada keterangan secara mendetail dalam penggunaan uang pertanggungan yang dijelaskan dalam surat wasiat mau pun polis asuransi terkait.

Untuk menghindari hal tersebut, setidaknya si ahli waris atau keluarga yang bersangkutan paham betul dengan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan dalam menggunakan uang pertanggunan asuransi yang didapatkan. Ada pun hal yang harus dilakukan ketika uang pertanggungan cair yang pertama kali adalah menggunakan uang tersebut untuk membayar hutang jika yang meninggal memang masih memiliki hutang yang belum dilunasi. Alangkah baiknya jika hutang tersebut segera dilunasi agar mengurangi beban yang meninggal di alam kubur.

Selain itu, untuk mencegah uang pertanggungan jatuh ketangan yang tidak tepat selain ahli waris. Akan lebih baik untuk menyimpan sebagian uang yang memang telah dipehitungkan mampu membiayain keperluan selama setahun, dan sisa uangnya bisa di depositokan untuk tahun-tahun selanjutnya. Dengan mendepositokan uang tersebut maka manfaat yang didapatkan akan menjadi lebih dan tidak ada keborosan yang dilakukan karena tidak keseluruhan uang dipegang secara gamblang.

Sumber: uangteman.com

Teknologi digital sudah merambah semua sektor bisnis di Indonesia, termasuk asuransi. Saat ini sudah banyak perusahaan asuransi yang memanfaatkan teknologi digital untuk menawarkan produk, mengisi aplikasi polis, pengiriman polis, hingga perekrutan agen. Semua aktivitas tersebut dilakukan secara online.

Tak bisa dimungkiri, teknologi digital telah memunculkan revolusi bagaimana bisnis dijalankan. Kehadiran teknologi digital pun memberi kemudahan bagi pelaku usaha dan konsumen, termasuk kemudahan dalam memilih produk asuransi. Semua keperluan untuk urusan asuransi bisa dilakukan lewat internet, baik dengan personal computer (PC) maupun telepon pintar (smartphone).

Produk asuransi digital (digital insurance), atau disebut sebagai produk asuransi yang dipasarkan atau didistribusikan melalui media digital, semakin banyak ditawarkan perusahaan asuransi. Mengikuti perkembangan di mancanegara, tren pembelian produk asuransi digital di Indonesia juga meningkat. Hal ini didorong pemanfaatan teknologi digital yang semakin dalam dan meluas di dunia bisnis.

Menggeliatnya asuransi digital di Indonesia ini tak lepas dari makin tingginya penetrasi internet dan smartphone. Indonesia adalah negara ke-6 terbesar pengguna internet di dunia. Berdasarkan hasil riset pada Maret 2015, pengguna internet di Indonesia sebanyak 88,1 juta jiwa, atau sekitar 35 persen dari total penduduk. Jumlah itu akan terus meningkat.

Sementara itu, saat ini ada 46 juta pengguna aktif smartphone di Indonesia. Bahkan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia diperkirakan lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebanyak itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Seiring pesatnya pemanfaatan teknologi digital di Indonesia, penjualan produk asuransi digital diprediksi bakal terus meningkat. Alternatif produk asuransi yang ditawarkan pun akan makin beragam. Perusahaan asuransi juga berlomba-lomba memberikan layanan terbaik. Pelayanan dalam bentuk situs di internet bukan lagi sebagai penyedia informasi semata. Seluruh transaksi pembelian hingga klaim sudah dapat dilakukan hanya dengan mengakses situs tersebut di PC maupun smartphone.

Peluang bisnis yang besar ini juga ditunjang oleh adanya kelebihan asuransi digital dibanding asuransi konvensional. Jika dalam asuransi konvensional setiap nasabah akan mendapatkan buku polis yang memiliki berpuluh-puluh lembar halaman dan tentunya akan memakan biaya produksi, asuransi digital membuang hal tersebut. Seluruh syarat dan ketentuan akan ditayangkan melalui menu di dalam sebuah web, yang tentunya dapat dibaca kembali kapan saja dan dimana saja melalui perangkat PC maupun smartphone.

Nasabah yang ingin membeli produk asuransi digital juga tidak perlu lagi berurusan dengan agen asuransi yang tak jarang membuat suasana kurang nyaman. Nasabah dapat melakukan pembelian sendiri hanya dengan mengakses situs asuransi digital. Dari dua aspek tersebut, jelas bahwa asuransi digital memiliki kelebihan dalam urusan biaya produksi yang sudah dipangkas, dan akan berimbas dengan harga premi yang semakin murah.

Potensi industri asuransi di Indonesia masih besar. Hal ini bisa dilihat masih rendahnya tingkat penetrasi industri asuransi konvensional yang hingga akhir 2015 mencapai 1,6 persen. Angka tersebut merupakan perbandingan antara total premi bruto asuransi terhadap pendapatan domestik bruto (PDB). Capaian tersebut masih jauh tertinggal dibanding anggota negara Asean lainnya, seperti Singapura (6,8 persen), Malaysia (4,1 persen), Filipina (2,3 persen), dan Thailand (2,2 persen).

Rendahnya penetrasi asuransi ini dapat dilihat sebagai peluang besar untuk digarap oleh para pelaku di industri jasa keuangan asuransi. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar di ASEAN dan menjadi yang keempat terbesar di dunia. Pertumbuhan kelas menengah yang tinggi yang mulai membutuhkan layanan beyond banking, khususnya pelayanan produk asuransi untuk melindungi harta bendanya, merupakan potensi pasar yang menjanjikan.

Pangsa pasar asuransi di Indonesia masih terbuka lebar. Indonesia memiliki pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang sangat besar, yakni sekitar 58 juta unit usaha. Jumlah itu diyakini terus tumbuh setiap tahunnya. Indonesia juga memiliki lahan pertanian dan peternakan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Hal ini tentunya memerlukan perlindungan asuransi untuk menjamin kelangsungan usaha ketika risiko terjadi.

Namun, di balik potensi pasar yang besar itu, industri asuransi masih butuh dukungan regulasi. Untuk mengembangkan asuransi digital, hingga kini belum ada aturan tentang pemanfaatan digital di asuransi, misalnya e-polis. Aturan yang dibuat, selain mengatur perilaku pelaku industri asuransi, tentunya juga harus mencakup perlindungan bagi nasabah.

Sumber: beritasatu.com

Berikut ini telah kami rangkum daftar 8 Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia saat ini yang bisa dijadikan sebagai bahan rekomendasi dalam memilih layanan asuransi syariah Islami terbaik di Indonesia.

Asuransi Takaful
Perusahaan Asuransi Takaful ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang asuransi yang murni berbasis syariah di Indonesia. Perusahaan ini memiliki salah satu dewan yang ditunjuk untuk mengawasi jalannya suatu perputaran mengenai bagaimana sistem asuransi ini berjalan. Selain demikian, perusahaan ini juga memiliki beragam jenis produk – produk asuransi yang dapat anda pilih bagi para nasabah muslim di Indonesia.

Asuransi Allianz Syariah
Perusahaan yang menawarkan layanan asuransi berbasis syariah ini merupakan salah satu perusahaan asuransi yang sudah terkenal dan sangat bonafit. Perusahaan ini memiliki sistem layanan asuransi syariah yang dapat anda ikuti dan juga oleh nasabah diseluruh Indonesia yang beragama Islam. Pasalnya, Perusahaan ini memberlakukan tata cara kartu serta terdapat pula sistem reimbursement sehingga nasabah nantinya akan memiliki dua cara ketika proses klaim suatu kejadian terjadi. Selain itu perusahaan asuransi ini juga memiliki berbagai macam jenis produk asuransi yang berbasis syariah Islami.

Asuransi Manulife Syariah
Perusahaan yang menawarkan layanan asuransi dari Manulife ini termasuk dalam salah satu perusahaan yang bonafit dan terkenal di Indonesia. Perusahaan yang saat ini memiliki sistem asuransi syariah yang bisa di ikuti oleh nasabah muslim. Sistem asuransi dari manulife ini menggunakan sistem cashless serta terdapat pula sistem reimbursement yang sangat mudah untuk setiap nasabahnya.

Asuransi AIA Syariah
Perusahaan ini termasuk dalam kategori perusahaan asuransi yang cukup besar di Indonesia. Perusahaan ini juga menyediakan berbagai produk asuransi yang berbasis syariah Islami. AIA menyediakan tiga macam jenis produk asuransi yang berbasis syairah dan termasuk dalam salah satu dari daftar 8 Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia ini.

Asuransi PruSyariah
Perusahaan ini memang sekarang berjalan dengan sistem syariah sesuai dengan tata cara dan ketentuan Islam. Perusahaan yang saat ini menjalankan sistem bagi hasil dimana semua pihak yang terkait akan mendapatkan keuntungan apabila tertanggung tak melakukan klaim sama sekali sampai dengan periode yang telah disepakati berakhir. Sistem ini berjalan seperti sistem koperasi pada umumnya.

Asuransi Prudential Syariah
Prudential saat ini telah dikenal sebagai perushaan asuransi terbesar dan terpercaya di Indonesia. Perusahaan asuransi ini juga di klaim sebagai perusahaan yang sekarang memiliki sistem syariah terbaik dan terpercaya.

Asuransi Sinar Mas Syariah
Perusahaan Asuransi Sinar Mas Syariah ini juga menyediakan sistem asuransi syariah dengan sesuai anjuran agama Islam yang bisa dimiliki oleh nasabah beragama muslim. Perusahaan ini memiliki beberapa layanan produk yang bisa digunakan oleh nasabahnya.

Asuransi Bumiputera Syariah
Perusahaan ini juga termasuk dalam salah satu dari daftar 8 asuransi syariah terbaik di Indonesia dan bisa dimiliki oleh nasabah yang beragama muslim dengan beberapa produk unggulan asuransi yang ditawarkan.

Silakan dipilih asuransi mana paling layak untuk Anda ikuti. Semoga bermanfaat!!!

Masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang memahami manfaat asuransi jiwa. Bahkan, banyak yang menganggap kalau asuransi itu merepotkan karena proses pengurusannya yang berbelit-belit. Proses pencarian informasi dan pembelian asuransi yang rumit serta premi yang mahal membuat Anda jadi malah mengurungkan niat untuk memiliki asuransi. Tapi, lebih rumit mana antara mengurus asuransi atau memilih pakaian yang akan Anda pakai di kencan pertama? Sesungguhnya, proses asuransi yang rumit dan merepotkan hanyalah mitos. Ketahuilah lima fakta berikut yang membuktikan kalau mengurus asuransi jiwa itu tidak ribet.

Informasi Profil dan Kualitas Perusahaan Asuransi

Sebelum mengajukan asuransi, Anda tentu harus tahu kualitas perusahaan asuransi yang dipilih. Jika Anda berpikir mencari informasi mengenai profil perusahaan asuransi itu merepotkan, buang jauh anggapan tersebut. Semua informasi mengenai perusahaan asuransi dapat Anda ketahui dengan mudah melalui website perusahaan atau situs yang membahas perusahaan asuransi tersebut.

Keberadaan Perusahaan Asuransi di Situs OJK

Untuk mengetahui keberadaan perusahaan asuransi yang layak dan bisa dipercaya di Indonesia telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda bisa mengakses situs www.ojk.go.id atau menghubungi layanan konsumennya untuk mencari informasi tentang perusahaan asuransi yang akan menjadi pilihan Anda. Mencari keberadaan perusahaan asuransi yang terpercaya layaknya mencari keberadaan jodoh idaman. Anda harus tahu apakah mereka akan selalu bersama Anda selama bertahun-tahun mulai saat ini.

Informasi Produk Asuransi

Agen asuransi merupakan salah satu pihak yang akan membantu Anda dalam memberikan informasi seputar produk asuransi yang mereka tawarkan. Biasanya agen asuransi dari perusahaan yang berkualitas juga dapat membantu Anda memahami produk asuransi yang ditawarkan, serta memiliki penampilan dan kepribadian yang menarik. Namun, jangan hanya mendapatkan informasi dari sang agen, Anda juga harus berfokus mencari informasi tambahan mengenai produk asuransi secara lengkap melalui situs perusahaan asuransi yang bersangkutan. Perusahaan asuransi yang baik tentu memiliki situs yang memuat informasi detail mengenai produk-produk asuransinya.

Pembelian dan Persetujuan Permintaan Asuransi

Bagi kebanyakan orang, proses pembelian asuransi dan persetujuan permintaan asuransi yang diajukan memang merepotkan dan menyita waktu. Namun, kini para agen asuransi yang akan mendatangi Anda dan mengurus semuanya. Tapi jangan sampai Anda terbawa perasaan kalau agen dengan tampilan yang menarik tersebut mendatangi Anda, karena ia tidak akan mengajak Anda berkencan tapi hanya akan membantu Anda mengurus data dan kelengkapan asuransi. Pastikan Anda selalu menjawab setiap pertanyaan dengan akurat dan benar agar Anda mendapatkan manfaat asuransi jiwa yang sesuai ekspektasi. Selain itu, beberapa perusahaan asuransi bahkan telah meluncurkan portal e-commerce khusus pembelian asuransi jiwa secara online.

Proses Klaim Asuransi

Banyak orang berpikir bahwa prosedur mengurus klaim asuransi jiwa itu merepotkan. Klaim asuransi jiwa sebenarnya dapat diurus dengan mudah karena kini sudah banyak perusahaan asuransi yang menyediakan kemudahan proses klaim asuransi jiwa. Anda hanya perlu mengetahui dan memahami langkah-langkah klaim yang tertera pada polis asuransi. Dengan melengkapi formulir dan dokumen yang dibutuhkan serta mengikuti langkah-langkah mengajukan klaim, perusahaan asuransi dapat menganalisa dan memproses klaim asuransi jiwa dengan lancer. Sehingga, proses cairnya klaim asuransi bisa dilakukan dengan cepat.

Tak hanya asuransi jiwa saja yang dapat memproteksi kestabilan finansial Anda, sebab jenis asuransi lain seperti asuransi kesehatan juga patut Anda pertimbangkan.

Sumber: futuready.com

Fungsi utama asuransi jika dilihat secara finansial adalah bagian dari salah satu bentuk pengendalian risiko. Selain itu ternyata asuransi juga memiliki beberapa fungsi primer lainnya, sebagai berikut:


1. Ikut Asuransi berarti aktif dalam Pengalihan Risiko

Salah satu fungsi primer asuransi selain sebagai pengendalian risiko, juga berfungsi sebagai pengalihan kemungkinan risiko.

Sehingga kemungkinan terhadap ketidakpastian akan terjadinya kerugian, yang diakibatkan oleh peristiwa yang tidak terduga, bisa dipastikan atau dirubah menjadi yang berupa ganti rugi atau santunan klaim dari premi asuransi yang telah dibayarkan.

Pengalihan risiko bukan berarti menghilangkan kemungkinan kerugian dari tertanggung atau nasabah asuransi, akan tetapi pengalihan risiko tersebut dimaksudkan untuk memberikan rasa tenang bagi nasabah terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya peristiwa yang merugikan.

Jika melihat imbalan yang akan didapatkan, mungkin nilai premi yang dibayarkan sangat sedikit ketimbang dengan risiko yang mungkin terjadi.

2. Asuransi sebagai Sarana Penghimpun Dana (Insurance Investment)

Asuransi juga berfungsi untuk menghimpun dana dari nasabah atau pemegang polis. Dana yang terhimpun tersebut (dari premi yang dibayarkan) dapat digunakan dan dikembangkan oleh perusahaan asuransi melalui jalur investasi yang lebih menguntungkan.

Karena tugas perusahaan asuransi salah satunya adalah menghimpun dana, maka investasi merupakan pilihan yang sering diambil agar uang yang terkumpul bisa lebih produktif. Kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi dapat dilakukan di mana saja.

Dan hasil dari investasi tersebut bisa juga digunakan sebagai strategi dalam menurunkan biaya premi. Toh nantinya premi tersebut juga akan digunakan bersama untuk menalangi risiko-risiko yang ditangguhkan oleh para pembayar premi atau nasabah.

3. Asuransi lebih menjamin adanya Premi Seimbang

Maksud dari fungsi premi seimbang di sini adalah asuransi bisa diandalkan sebagai lembaga penjamin atas kerugian seseorang dengan membayarkan premi yang jelas dan jumlahnya dapat dipertanggungjawabkan.

Meskipun besar kecilnya premi yang harus dibayarkan juga tergantung pada tarif premi yang berlaku setelah dikalikan dengan nilai pertanggungan.

Tarif premi dikenal juga dengan istilah rate of premium. Pada akhirnya pembayaran premi yang dilakukan oleh nasabah atau pemegang polis akan bernilai wajar atau seimbang dengan risiko yang dialihkan kepada penangguh (pihak asuransi). Kondisi seperti ini dinamakan sebagai equitable premium.

4. Perlindungan terhadap kemungkinan risiko kebangkrutan

Sering kali jika seorang pengusaha ingin membuka usaha baru atau mengembangkan sayap mereka selalu mengandalkan asuransi untuk mendapatkan perlindungan terhadap kemungkinan risiko kebangkrutan.

Karena selama ini kita sering melihat banyak pengusaha yang gagal terhadap rencananya yang pada akhirnya mereka mengurungkan niat untuk meneruskan pembangunan. Ketika disitu sudah ada investasi yang masuk maka dengan asuransi pengusaha bisa mengalihkan risiko.

Asuransi akan memberikan rasa kenyamanan dan bisa diandalkan dalam menampik rasa cemas dalam merintis usaha. Sekali lagi premi yang dibayarkan mungkin tidak sebesar iesiko bangkrut jika memang benar-benar terjadi kegagalan.

5. Perangsang pertumbuhan ekonomi

Dari skala makro, asuransi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi. Karena dengan adanya asuransi pihak-pihak yang berkepentingan bisa memfokuskan dirinya terhadap langkah pembangunan dan tidak mengkhawatirkan terhadap risiko-risiko dari peristiwa yang merugikan.

Dengan banyaknya premi yang ditampung oleh perusahaan asuransi, secara otomatis itu juga memberikan aliran uang yang lancar di berbagai sektor investasi. Di mana pada akhirnya investasi tersebut juga ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.

6. Bisa dijadikan media investasi

Karena asuransi juga memiliki sifat seperti tabungan, maka ada kemungkinan terjadinya keuntungan yang terakumulasi dari membayar premi asuransi.

Kita lihat sekarang ini ada yang namanya program asuransi unit link di mana nasabah bisa berinvestasi dengan sangat aman dengan tetap mendapatkan kesempatan perlindungan asuransi.

Selain itu khususnya terkait dengan asuransi jiwa, nilai kembalian dari premi yang dibayarkan bisa menjadi tabungan yang cukup menjanjikan. Ingat bahwa uang yang kita bayarkan di asuransi tidak akan hangus dan bisa diklaim menurut aturan yang telah disepakati.

Dikutip dari kompas.co.id

Jumat, 03 Maret 2017


Kami Agen Prudential Berlisensi Siap Membantu Bapak/Ibu mengikuti Program dari Prudential.

Hubungi

USMAN JAYADI
SMS/WA : 081238426727
Email: ujayadi@gmail.com
Didirikan pada tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Sebagai bagian dari Grup yang berpengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

PT Prudential Life Assurance memiliki izin usaha di bidang asuransi jiwa patungan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Indonesia Nomor: 241/KMK.017/1995 tanggal 1 Juni 1995 juncto Surat Menteri Keuangan Nomor: S.191/MK.6/2001 tanggal 6 Maret 2001 juncto Surat Menteri Keuangan Nomor S.614/MK.6/2001 tanggal 23 Oktober 2001 juncto Surat Menteri Keuangan Nomor S-9077/BL/2008 tanggal 19 Desember 2008.

Sejak peluncuran produk asuransi terkait investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia telah menjadi pemimpin pasar untuk kategori produk tersebut di Indonesia. Prudential Indonesia menyediakan berbagai produk dan layanan yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi setiap kebutuhan keuangan para nasabahnya di Indonesia.

Sampai 30 Juni 2016, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang. Prudential Indonesia melayani lebih dari 2,4 juta nasabah melalui sekitar 240.000 tenaga pemasar berlisensi di 398 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Nusantara termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam dan Bali.

Beberapa pencapaian bisnis kunci sampai 31 Desember 2015:

Total pendapatan premi: Rp 13,6 triliun 
Total kontribusi dana tabarru: Rp 1,1 triliun 
Total aset: Rp 65,9 triliun 
Total dana kelolaan: Rp 56,2 triliun 
Total klaim dibayarkan: Rp 5,2 triliun 
Risk-Based Capital (RBC): 929%

Beragam penghargaan telah diterima Prudential Indonesia selama masa beroperasinya. Silakan klik di sini untuk daftar lengkapnya.